ABSTRAK
Banyak
yang menganggap, bahwa perpustakaan hanyalah sebuah tempat menyimpan buku usang
yang tidak memiliki peran apapun. Perpustakaan dengan pustakawan yang memiliki
tugas menumpuk mulai dari pengadaan, pengolahan hingga proses sisrkulasi
dianggap remeh. Padahal, keberadaan perpustakaan dan pustakawan sangat
dibutuhkan oleh setiap jenjang pendidikan. Pustakawan bahaikan seorang juru
kunci dari sebuah istana belajar yaitu perpustakaan. Perpustakaan adalah ladang
ilmu yang perlu diolah dan dirawat sedemikian rupa agar mencapai tujuan dan
fungsi utamanya yaitu sebagai penunjang pendidikan yang berkualitas.
KATA KUNCI:
peran, perpustakaan, pendidikan, siswa.
PENDAHULUAN
Ilmu pengetahuan dan
teknologi berkembang pesat seiring dengan kecerdasan otak manusia di jaman yang
serba canggih dan modern ini. Perkembangan tersebut harus
diimbangi dengan Sumber Daya Manusia yang berkualitas terutama di Indonesia
sebagai negara berkembang. Pendidikan
yang berkualitas, menjadikan siswa mampu mengikuti perkembangan jaman. Siswa
yang kritis dan kreatif akan pandai mengatasi permasalahan belajarnya.
Kesuksesan pembelajaran terhadap siswa dapat terealisasi jika siswa memiliki kemampuan dan keterampilan mendengar, minat menulis dan minat membaca yang besar. Apabila membaca sudah menjadi kebiasaan siswa, maka buku merupakan kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari yang harus dipenuhi. Dunia pendidikan, membutuhkan buku yang selama ini telah terbukti berdaya guna dan bertepat guna sebagai sarana pendidikan. Akhirnya, perpustakaanlah jawaban dari kebutuhan tersebut. Dan keberadaan perpustakaan berdampingan dengan pustakawan memiliki Perpustakaan dan pelayanan perpustakaan menjadi bagian yang vital dan besar pengaruhnya terhadap mutu pendidikan apabila dapat memberikan dukungan yang besar terhadap kegiatan belajar siswa.
Kesuksesan pembelajaran terhadap siswa dapat terealisasi jika siswa memiliki kemampuan dan keterampilan mendengar, minat menulis dan minat membaca yang besar. Apabila membaca sudah menjadi kebiasaan siswa, maka buku merupakan kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari yang harus dipenuhi. Dunia pendidikan, membutuhkan buku yang selama ini telah terbukti berdaya guna dan bertepat guna sebagai sarana pendidikan. Akhirnya, perpustakaanlah jawaban dari kebutuhan tersebut. Dan keberadaan perpustakaan berdampingan dengan pustakawan memiliki Perpustakaan dan pelayanan perpustakaan menjadi bagian yang vital dan besar pengaruhnya terhadap mutu pendidikan apabila dapat memberikan dukungan yang besar terhadap kegiatan belajar siswa.
PEMBAHASAN
Perpustakaan merupakan bagian intergral dari
lembaga pendidikan sebagai tempat kumpulan bahan pustaka, baik berupa buku
maupun non buku.
Menurut Sulistyo-Basuki
(1991:3) Perpustakaan ialah sebuah ruangan, bagian sebuah gedung.ataupun gedung
itu sendiri yang digunakan untuk menyimpan buku dan terbitan lainnya yang
biasanya disimpan menurut tata susunan tertentu untuk digunakan pembaca, bukan
untuk dijual. Buku dan terbitan lainnya yang dimaksud adalah semua bahan cetak,
buku, majalah, laporan, pamflet, prosiding, manuskrip (naskah), lembaran musik,
berbagai karya musik, berbagai karya media audiovisual seperti filem, slid (
slide), kaset, piringan hitam, bentuk mikro seperti mikrofilm, mikrofis, dan
mikroburam ( microopaque ).
Menurut Ensiklopedia Britannica,
Perpustakaan adalah himpunan bahan – bahan tertulis atau tercetak yang diatur
dan diorganisir untuk tujuan studi dan penelitian atau pembacaan umum atau
kedua-duannya.
Menurut International
Federation of Library Associations and Institutions (IFLA), Perpustakaan yaitu
kumpulan bahan tercetak dan non cetak dan/atau sumber informasi dalam komputer
yang disusun secara sistematis untuk kepentingan pemakai.
Menurut Ensiklopedi
Wilkipedia dalam arti tradisional, perpustakaan adalah sebuah koleksi buku dan
majalah. Dalam arti modern, perpustakaan ini selain kumpulan buku tercetak,
sebagian buku dan koleksinya ada dalam perpustakaan digital (dalam bentuk data
yang bisa diakses lewat jaringan komputer).
Arti Perpustakaan
Menurut UU NO 43. THN. 2007 Pasal 1, Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam
secara profesional dengan
sistem yang baku
guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian,
pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka.
Dengan demikian,
perpustakaan secara umum dapat diartikan sebagai salah satu unit kerja yang
berupa tempat untuk mengumpulkan, menyimpan, mengelola, dan mengatur koleksi
bahan pustaka secara sistematis, untuk dipergunakan oleh pemustaka sebagai
sumber informasi sekaligus sebagai sarana belajar yang menyenangkan dan
bermanfaat.
A. Tujuan Perpustakaan Sekolah
Tujuan perpustakaan sekolah secara umum adalah:
-
Meningkatkan
mutu pendidikan.
-
Menunjang,
mendukung, dan melengkapi kegiatan sekolah baik kurikuler, ko-kurikuler dan
ekstra kurikuler.
-
Membantu
menumbuhkan minat dan mengembangkan bakat siswa.
-
Melengkapi
strategi belajar mengajar.
Tujuan tersebut akan tercapai apabila ada dukungan
dari pihak kepala sekolah, guru, karyawan, siswa, wali murid, dan masyarakat.
B. Fungsi Perpustakaan Sekolah
Fungsi perpustakaan secara umum , adalah:
1. Fungsi Edukatif
Yaitu
perpustakaan berfungsi menyediakan bahan pustaka yang dapat membangkitkan minat
baca para siswa, sehingga siswa memiliki minat untuk mempelajari isi buku
tersebut.
2. Fungsi Informatif
Yaitu perpustakaan
menyediakan bahan pustaka yang tentunya dari bahan pustaka itu sendiri terdapat
berbagai informasi dan pengetahuan yang dapat membantu siswa dalam kegiatan
belajarnya.
3. Fungsi Administratif
Yaitu
perpustakaan mengerjakan segala pekerjaan yang tercatat mulai dari pengadaan,
pengolahan hingga pelayanan yang dapat dipertanggungjawabkan.
4. Fungsi
Rekreatif
Yaitu
perpustakaan menjadi tempat rekreasi atau mencari hiburan bagi pengunjung
dengan koleksi yang dimilikinya.
5. Fungsi Penelitian
Yaitu
perpustakaan dengan bahan pustaka yang dimilikinya bisa menjadi gudang
referensi bagi pengunjung perpustakaan.
C. Peran Perpustakaan Dalam Pelaksanaan
Program Pendidikan Di Sekolah
Perpustakaan
memberikan sumbangan yang besar bagi pelaksanaan program pendidikan di sekolah.
Peran tersebut akan benar-benar dirasa apabila semua pihak sama-sama menghargai
keberadaan perpustakaan di lingkup sekolah tersebut. Peranan perpustakaan yang
dimaksud, antara lain sebagai:
- Sumber ilmu pengetahuan.
Pelaksanaan program pendidikan di sekolah
membutuhkan sumber ilmu. Perpustakaan dengan bahan pustaka yang dimilikinya,
merupakan sumber ilmu paling terjangkau di kalangan siswa. sumber ilmu ini bisa
didapat dengan mudah oleh siswa dalam mencari bahan referensi yang dibutuhkan
dalam proses pembelajarannya.
- Pusat kegiatan belajar.
Pelaksanaan program pendidikan di sekolah, tak
hanya berlangsung di dalam kelas, atau di luar kelas atau study luar ruangan,
melainkan juga dapat berlangsung di perpustakaan yang secara langsung
menyediakan istana belajar bagi siswa. segala kegiatan siswa mulai dari
membaca, menulis, berkumpul dengan teman, dan belajar kelompok, bisa dilakukan
di perpustakaan.
- Sumber ide.
Berbagai macam tugas yang diberikan guru terhadap
siswa, seringkali menjai sebuah problem sendiri bagi siswa. Perpustakaan yang
berperan dalam pelaksanaan program pembelajaran, bisa menjadi sumber ide untuk
siswa melalui bahan bacaan yang ada.
- Hiburan yang sehat.
Pelaksanaan program pendidikan tidak harus selalu
fokus pada materi, karena siswa membutuhkan hiburan. Namun hiburan ini bukan
melalui TV atau musik, melainkan dari perpustakaan. Dimana disana terdapat
bahan bacaan yang beraneka judul dan isi, mulai dari novel, dongeng, cerita
lucu, gambar yang menarik, dan lain sebagainya. Hiburan ini tentunya merupakan
sebuah hiburan yang sehat, karena dengan membaca, bukan hanya hiburan yang
didapat tetapi juga ilmu.
- Pembiasaan budaya membaca.
Buku yang mahal, menyebabkan siswa tidak memiliki
buku bacaan dirumah dan hal ini menyebabkan siswa yang gemar membaca menjadi
malas karena tidak ditunjang fasilitas bahan bacaannya. Dengan adanya
perpustakaan, membaca bukanlah hal yang tidak mungkin. Dan perpustakaan dengan
koleksi yang dimilikinya menjadikan siswa tertaris akan bahan bacaan yang ia
jumpai, kemudian menjadikan siswa memiliki kebiasaan membaca yang tentunya
sangat bagus bagi pelaksanaan program belajarnya.
- Pengaruh positif terhadap prestasi belajarnya.
D. Peran
Pustakawan Dalam Pelaksanaan Program Pembelajaran Sekolah
Peran pustakawan takan pernah terwujud apabila
tidak didukung oleh pustakawan itu sendiri. Karena pustakawan merupakan juru
kunci bagi perpustakaan itu sendiri.
Karena setidaknya, pustakawan harus mampu berperan
sebagai berikut:
- Memupuk rasa cinta terhadap kegiatan membaca, memupuk
kesadaran akan pentingnya membaca, sehingga menjadikan perpustakaan
sebagai salah satu cara dalam menumbuhkan kebiasaan membaca mereka.
- Membimbing dan mengarahkan teknik memahami isi
bacaan yang baik dan benar.
- Memperluas pengetahuan para siswa dengan cara
menjadi tempat siswa bertanya, atau membantu siswa dalam memecahkan
permasalahannya saat mengerjakan salah satu tugas di perpustakaan.
- Membantu mengembangkan kecakapan berbahasa dan
daya pikir para siswa dengan menyediakan dan memperkenalkan atau
mempromosikan bahan bacaan yang bermutu dan bermanfaat bagi siswa.
- Membimbing para siswa dalam menggunakan dan
memelihara bahan pustaka dengan baik.
- Memberikan pembimbingan cara belajar mandiri.
- Memberikan kesempatan kepada para siswa untuk
belajar bagaimana cara menggunakan perpustakaan dengan baik merawat
perpustakaan dan bahan pustaka, serta memberikan siswa kesempatan untuk
membantu mengolah bahan pustaka yang baru diadakan.
- Selalu menyediakan dan mempromosikan bahan-bahan
pustaka yangsesuai dengan kebutuhan siswa pada saat itu.
PENUTUP
A. Simpulan
Peran perpustakaan sebagai
penunjang pelaksanaan program pelaksanaan pendidikan sekolah terlihat begitu
nyata. Dengan bahan pustaka yang dimilikinya, perpustakaan menyediakan banyak
pengetahuan yang bisa ditelusuri dengan mudah dibantu oleh pustakawan. Hal ini
jelas akan menunjang prestasi siswa dalam proses pelaksanaan program pendidikan
di sekolah jika siswa mampu memanfaatnya dengan baik.
Dengan
peran yang dimilikinya, perpustakaan harus ada di setiap sekolah pada semua jenjang
pendidikan dengan pustakawan yang kreatif dan berkompeten.
Pustakawan
yang berkompeten inilah yang akan meenjalankan tugasnya sehingga perpustakaan
dapan mencapai tujuan dan fungsinya dengan baik dan benar.
B. Saran
Setelah melihat peran
perpustakaan dalam pelaksanaan program pendidikan, maka perpustakaan perlu
dikelola dengan baik agar sesuai dengan tujuan dan fungsinya. Sarana dan
prasarana yang dibutuhkan harus dilengkapi demi terwujudnya perpustakaan yang
benar-benar mampu membantu siswa dalam kegiatan belajarnya.
Peran pustakawan yang
berkompeten dan professional membutuhkan dukungan dari berbagai pihak terutama
dari pihak kepala sekolah.
DAFTAR PUSTAKA
E. Kosasih. (2009). Menulis Karangan Ilmiah. Jakarta: Nobel Edumedia.
Eryono, Muh.Kaliani. 1999. Pengolahan Bahan Pustaka.
Jakarta : Universitas Terbuka.
Martoatmojo, Karmidi. (2009). Pelayanan Bahan Pustaka. Jakarta: Juniversitas Terbuka
Mirmani, anon dan Iman Siswadi. 1997. Pengolahan
Bahan non Buku. Jakarta : Universitas Terbuka.
Rosalin, Elin. (2008). Pemanfaatan Perpustakaan dan Sumber Informasi. Bandung: Karsa
Mandiri Persada.
Saleh, Abdul Rahman; Baidollahi Mustofa. (2009). Bahan Rujukan. Jakarta: Universitas
Terbuka.
Sulistyo-Basuki. 1999. Pengantar Ilmu Perpustakaan.
Jakarta : Universitas Terbuka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar