Beranda

Kamis, 23 April 2015

PERPUSTAKAAN DAN PUSTAKAWAN DALAM PELAKSANAAN PROGRAM PENDIDIKAN DI SEKOLAH

ABSTRAK
Banyak yang menganggap, bahwa perpustakaan hanyalah sebuah tempat menyimpan buku usang yang tidak memiliki peran apapun. Perpustakaan dengan pustakawan yang memiliki tugas menumpuk mulai dari pengadaan, pengolahan hingga proses sisrkulasi dianggap remeh. Padahal, keberadaan perpustakaan dan pustakawan sangat dibutuhkan oleh setiap jenjang pendidikan. Pustakawan bahaikan seorang juru kunci dari sebuah istana belajar yaitu perpustakaan. Perpustakaan adalah ladang ilmu yang perlu diolah dan dirawat sedemikian rupa agar mencapai tujuan dan fungsi utamanya yaitu sebagai penunjang pendidikan yang berkualitas.

KATA KUNCI: peran, perpustakaan, pendidikan, siswa.

PENDAHULUAN
Ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang pesat seiring dengan kecerdasan otak manusia di jaman yang serba canggih dan modern ini. Perkembangan tersebut harus diimbangi dengan Sumber Daya Manusia yang berkualitas terutama di Indonesia sebagai negara berkembang.  Pendidikan yang berkualitas, menjadikan siswa mampu mengikuti perkembangan jaman. Siswa yang kritis dan kreatif akan pandai mengatasi permasalahan belajarnya.
Kesuksesan pembelajaran terhadap siswa dapat terealisasi jika siswa memiliki kemampuan dan keterampilan mendengar, minat menulis dan minat membaca yang besar. Apabila membaca sudah menjadi kebiasaan siswa, maka buku merupakan kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari yang harus dipenuhi. Dunia pendidikan, membutuhkan buku yang selama ini telah terbukti berdaya guna dan bertepat guna sebagai sarana pendidikan. Akhirnya, perpustakaanlah jawaban dari kebutuhan tersebut. Dan keberadaan perpustakaan berdampingan dengan pustakawan memiliki Perpustakaan dan pelayanan perpustakaan menjadi bagian yang vital dan besar pengaruhnya terhadap mutu pendidikan apabila dapat memberikan dukungan yang besar terhadap kegiatan belajar siswa.

PEMBAHASAN
Perpustakaan merupakan bagian intergral dari lembaga pendidikan sebagai tempat kumpulan bahan pustaka, baik berupa buku maupun non buku.
Menurut Sulistyo-Basuki (1991:3) Perpustakaan ialah sebuah ruangan, bagian sebuah gedung.ataupun gedung itu sendiri yang digunakan untuk menyimpan buku dan terbitan lainnya yang biasanya disimpan menurut tata susunan tertentu untuk digunakan pembaca, bukan untuk dijual. Buku dan terbitan lainnya yang dimaksud adalah semua bahan cetak, buku, majalah, laporan, pamflet, prosiding, manuskrip (naskah), lembaran musik, berbagai karya musik, berbagai karya media audiovisual seperti filem, slid ( slide), kaset, piringan hitam, bentuk mikro seperti mikrofilm, mikrofis, dan mikroburam ( microopaque ).
Menurut Ensiklopedia Britannica, Perpustakaan adalah himpunan bahan – bahan tertulis atau tercetak yang diatur dan diorganisir untuk tujuan studi dan penelitian atau pembacaan umum atau kedua-duannya.
Menurut International Federation of Library Associations and Institutions (IFLA), Perpustakaan yaitu kumpulan bahan tercetak dan non cetak dan/atau sumber informasi dalam komputer yang disusun secara sistematis untuk kepentingan pemakai.
Menurut Ensiklopedi Wilkipedia dalam arti tradisional, perpustakaan adalah sebuah koleksi buku dan majalah. Dalam arti modern, perpustakaan ini selain kumpulan buku tercetak, sebagian buku dan koleksinya ada dalam perpustakaan digital (dalam bentuk data yang bisa diakses lewat jaringan komputer).
Arti Perpustakaan Menurut UU NO 43. THN. 2007 Pasal 1, Perpustakaan adalah  institusi pengelola koleksi karya  tulis, karya cetak, dan/atau karya  rekam  secara  profesional  dengan  sistem  yang  baku  guna  memenuhi  kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka.
Dengan demikian, perpustakaan secara umum dapat diartikan sebagai salah satu unit kerja yang berupa tempat untuk mengumpulkan, menyimpan, mengelola, dan mengatur koleksi bahan pustaka secara sistematis, untuk dipergunakan oleh pemustaka sebagai sumber informasi sekaligus sebagai sarana belajar yang menyenangkan dan bermanfaat.
A.      Tujuan Perpustakaan Sekolah
Tujuan perpustakaan sekolah secara umum adalah:
-          Meningkatkan mutu pendidikan.
-          Menunjang, mendukung, dan melengkapi kegiatan sekolah baik kurikuler, ko-kurikuler dan ekstra kurikuler.
-          Membantu menumbuhkan minat dan mengembangkan bakat siswa.
-          Melengkapi strategi belajar mengajar.
Tujuan tersebut akan tercapai apabila ada dukungan dari pihak kepala sekolah, guru, karyawan, siswa, wali murid, dan masyarakat.
B.       Fungsi Perpustakaan Sekolah
Fungsi perpustakaan secara umum , adalah:
1.      Fungsi Edukatif
Yaitu perpustakaan berfungsi menyediakan bahan pustaka yang dapat membangkitkan minat baca para siswa, sehingga siswa memiliki minat untuk mempelajari isi buku tersebut.
2.       Fungsi Informatif
Yaitu perpustakaan menyediakan bahan pustaka yang tentunya dari bahan pustaka itu sendiri terdapat berbagai informasi dan pengetahuan yang dapat membantu siswa dalam kegiatan belajarnya.
3.      Fungsi Administratif
Yaitu perpustakaan mengerjakan segala pekerjaan yang tercatat mulai dari pengadaan, pengolahan hingga pelayanan yang dapat dipertanggungjawabkan.
4.      Fungsi Rekreatif
Yaitu perpustakaan menjadi tempat rekreasi atau mencari hiburan bagi pengunjung dengan koleksi yang dimilikinya.
5.      Fungsi Penelitian
Yaitu perpustakaan dengan bahan pustaka yang dimilikinya bisa menjadi gudang referensi bagi pengunjung perpustakaan.
C.      Peran Perpustakaan Dalam Pelaksanaan Program Pendidikan Di Sekolah
Perpustakaan memberikan sumbangan yang besar bagi pelaksanaan program pendidikan di sekolah. Peran tersebut akan benar-benar dirasa apabila semua pihak sama-sama menghargai keberadaan perpustakaan di lingkup sekolah tersebut. Peranan perpustakaan yang dimaksud, antara lain sebagai:
  1. Sumber ilmu pengetahuan.
Pelaksanaan program pendidikan di sekolah membutuhkan sumber ilmu. Perpustakaan dengan bahan pustaka yang dimilikinya, merupakan sumber ilmu paling terjangkau di kalangan siswa. sumber ilmu ini bisa didapat dengan mudah oleh siswa dalam mencari bahan referensi yang dibutuhkan dalam proses pembelajarannya.
  1. Pusat kegiatan belajar.
Pelaksanaan program pendidikan di sekolah, tak hanya berlangsung di dalam kelas, atau di luar kelas atau study luar ruangan, melainkan juga dapat berlangsung di perpustakaan yang secara langsung menyediakan istana belajar bagi siswa. segala kegiatan siswa mulai dari membaca, menulis, berkumpul dengan teman, dan belajar kelompok, bisa dilakukan di perpustakaan.
  1. Sumber ide.
Berbagai macam tugas yang diberikan guru terhadap siswa, seringkali menjai sebuah problem sendiri bagi siswa. Perpustakaan yang berperan dalam pelaksanaan program pembelajaran, bisa menjadi sumber ide untuk siswa melalui bahan bacaan yang ada.
  1. Hiburan yang sehat.
Pelaksanaan program pendidikan tidak harus selalu fokus pada materi, karena siswa membutuhkan hiburan. Namun hiburan ini bukan melalui TV atau musik, melainkan dari perpustakaan. Dimana disana terdapat bahan bacaan yang beraneka judul dan isi, mulai dari novel, dongeng, cerita lucu, gambar yang menarik, dan lain sebagainya. Hiburan ini tentunya merupakan sebuah hiburan yang sehat, karena dengan membaca, bukan hanya hiburan yang didapat tetapi juga ilmu.
  1. Pembiasaan budaya membaca.
Buku yang mahal, menyebabkan siswa tidak memiliki buku bacaan dirumah dan hal ini menyebabkan siswa yang gemar membaca menjadi malas karena tidak ditunjang fasilitas bahan bacaannya. Dengan adanya perpustakaan, membaca bukanlah hal yang tidak mungkin. Dan perpustakaan dengan koleksi yang dimilikinya menjadikan siswa tertaris akan bahan bacaan yang ia jumpai, kemudian menjadikan siswa memiliki kebiasaan membaca yang tentunya sangat bagus bagi pelaksanaan program belajarnya.
  1. Pengaruh positif terhadap prestasi belajarnya.
D.      Peran Pustakawan Dalam Pelaksanaan Program Pembelajaran Sekolah
Peran pustakawan takan pernah terwujud apabila tidak didukung oleh pustakawan itu sendiri. Karena pustakawan merupakan juru kunci bagi perpustakaan itu sendiri.
Karena setidaknya, pustakawan harus mampu berperan sebagai berikut:
  1. Memupuk rasa cinta terhadap kegiatan membaca, memupuk kesadaran akan pentingnya membaca, sehingga menjadikan perpustakaan sebagai salah satu cara dalam menumbuhkan kebiasaan membaca mereka.
  2. Membimbing dan mengarahkan teknik memahami isi bacaan yang baik dan benar.
  3. Memperluas pengetahuan para siswa dengan cara menjadi tempat siswa bertanya, atau membantu siswa dalam memecahkan permasalahannya saat mengerjakan salah satu tugas di perpustakaan.
  4. Membantu mengembangkan kecakapan berbahasa dan daya pikir para siswa dengan menyediakan dan memperkenalkan atau mempromosikan bahan bacaan yang bermutu dan bermanfaat bagi siswa.
  5. Membimbing para siswa dalam menggunakan dan memelihara bahan pustaka dengan baik.
  6. Memberikan pembimbingan cara belajar mandiri.
  7. Memberikan kesempatan kepada para siswa untuk belajar bagaimana cara menggunakan perpustakaan dengan baik merawat perpustakaan dan bahan pustaka, serta memberikan siswa kesempatan untuk membantu mengolah bahan pustaka yang baru diadakan.
  8. Selalu menyediakan dan mempromosikan bahan-bahan pustaka yangsesuai dengan kebutuhan siswa pada saat itu.

PENUTUP
A.      Simpulan
Peran perpustakaan sebagai penunjang pelaksanaan program pelaksanaan pendidikan sekolah terlihat begitu nyata. Dengan bahan pustaka yang dimilikinya, perpustakaan menyediakan banyak pengetahuan yang bisa ditelusuri dengan mudah dibantu oleh pustakawan. Hal ini jelas akan menunjang prestasi siswa dalam proses pelaksanaan program pendidikan di sekolah jika siswa mampu memanfaatnya dengan baik.
Dengan peran yang dimilikinya, perpustakaan harus ada di setiap sekolah pada semua jenjang pendidikan dengan pustakawan yang kreatif dan berkompeten.
Pustakawan yang berkompeten inilah yang akan meenjalankan tugasnya sehingga perpustakaan dapan mencapai tujuan dan fungsinya dengan baik dan benar.
B.       Saran
Setelah melihat peran perpustakaan dalam pelaksanaan program pendidikan, maka perpustakaan perlu dikelola dengan baik agar sesuai dengan tujuan dan fungsinya. Sarana dan prasarana yang dibutuhkan harus dilengkapi demi terwujudnya perpustakaan yang benar-benar mampu membantu siswa dalam kegiatan belajarnya.
Peran pustakawan yang berkompeten dan professional membutuhkan dukungan dari berbagai pihak terutama dari pihak kepala sekolah.

DAFTAR PUSTAKA
E. Kosasih. (2009). Menulis Karangan Ilmiah. Jakarta: Nobel Edumedia.
Eryono, Muh.Kaliani. 1999. Pengolahan Bahan Pustaka. Jakarta : Universitas Terbuka.
Martoatmojo, Karmidi. (2009). Pelayanan Bahan Pustaka. Jakarta: Juniversitas Terbuka
Mirmani, anon dan Iman Siswadi. 1997. Pengolahan Bahan non Buku. Jakarta : Universitas Terbuka.
Rosalin, Elin. (2008). Pemanfaatan Perpustakaan dan Sumber Informasi. Bandung: Karsa Mandiri Persada.
Saleh, Abdul Rahman; Baidollahi Mustofa. (2009). Bahan Rujukan. Jakarta: Universitas Terbuka.
Sulistyo-Basuki. 1999. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta : Universitas Terbuka.